Ketika sulit berbicara.kondisi menangisi
Hanya dengan satu glamoritas 
Kau benam kan wajahmu
Pada kubangan darah dan nanah
Dan kau peras darahmu
Hanya dengan satu glamoritas
Apa yang engkau minta sobat
Dan kau selalu berhujat harta
Harta,harta,harta
Apa yang kau mau kawan
Apalah arti itu semua?
Hanya mereka yang menaifkan Kata dan sepokkan sayap kenistaan
Kau persembahkan segala daya upaya
dan sungguhkah semua buah keletihan
serta cucuran keringat berdarah-darah
semua itu hanya kau persujudkan
pada prestis yang kau agungkan
Sayang kau kini terlupakan
Terbutakan atas materi dan tak tabu
Indahnya kebersamaan dan kasih sayang
Dan kau, Selalu berdesis diantara lambaian angin berdesir
Gengsi,Prestis,Glamoritas
Baah.Bosan aku mendengarmu Kini lebih baik kuakhiri saja coreeeetan ini.........

Kau benam kan wajahmu
Pada kubangan darah dan nanah
Dan kau peras darahmu
Hanya dengan satu glamoritas
Apa yang engkau minta sobat
Dan kau selalu berhujat harta
Harta,harta,harta
Apa yang kau mau kawan
Apalah arti itu semua?
Hanya mereka yang menaifkan Kata dan sepokkan sayap kenistaan
Kau persembahkan segala daya upaya
dan sungguhkah semua buah keletihan
serta cucuran keringat berdarah-darah
semua itu hanya kau persujudkan
pada prestis yang kau agungkan
Sayang kau kini terlupakan
Terbutakan atas materi dan tak tabu
Indahnya kebersamaan dan kasih sayang
Dan kau, Selalu berdesis diantara lambaian angin berdesir
Gengsi,Prestis,Glamoritas
Baah.Bosan aku mendengarmu Kini lebih baik kuakhiri saja coreeeetan ini.........
"Untuk orang terkasih yang ku ingat kematiannya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar